Rabu, 09 Desember 2015

Bahasa Pemograman C++ (fungsi printf,scanf,cout,cin)

1      Mengenal Bahasa Pemrograman
Bahasa pemrograman adalah suatu kumpulan kata (perintah) yang siap digunakan untuk menulis suatu kode program sehingga kode-kode program yang kita tulis tersebut akan dapat dikenali oleh kompilator yang sesuai. Kata-kata tersebut dalam bahasa pemrograman disebut dengan keyword (reserve word). Untuk mempelajari bahasa pemrograman tertentu kita tidak harus menghafal semua keyword (kata kunci) yang ada di dalamnya, namun yang perlu kita ketahui adalah fungsi dan aturan penggunaannya.
Contoh dari beberapa keyword misalnya : int, main, for, while, do while, dsb.
Pada pembelajaran ini kita akan menggunakan salah satu bahasa pemrograman tingkat tinggi yaitu C / C++.

2      Penerjemah Bahasa Pemrograman
Program yang ditulis dalam bahasa pemrograman seperti C dan C++ sebenarnya tidak dimengerti oleh computer secara langsung. Sebab computer hanya mengenali kode 0 dan 1 (binary digit ). Supaya program dapat dijalankan oleh computer, program tersebut harus diterjemahkan terlebih dahulu ke dalam bahasa mesin (atau biasa disebut kode objek). Proses penerjemahannya dilakukan oleh program yang disebut Translator (penerjemah).
Translator dapat berupa :
  • Interpreter
Interpreter menerjemahkan instruksi selama program diminta untuk dieksekusi. Jika seseorang bermaksud menjalankan program tersebut (agar dapat dijalankan oleh computer, mula-mula kode sumber (source code atau program asli yang diitulis olem pemrogram) ditermahkan dulu ke dalam bentuk kode mesin baris perbaris instruksi. Setelah satu baris instruksi tersebut difahami oleh computer, instruksi tersebut dijalankan. Interpreter kemudian kembali memproses baris instruksi berikutnya.
  • Kompiler
Kompiler menerjemahkan instruksi ke dalam kode objek secara keseluruhan (untuk semua instruksi). Setelah semua instruksi diterjemahkan, instruksi yang dimengerti oleh computer dijalankan. Proses penerjemahan seperti itu disebut kompilasi. Setelah kompilasi berakhir, compiler tidak diperlukan lagi, sebab sesudah kompilasi akan terbentuk program yang dapat dijalankan secara langsung tanpa melalui translator ( executable ).
3      Kerangka Program dalam Bahasa C / C++
Setiap program yang ditulis dengan menggunakan bahasa C harus mempunyai fungsi utama, fungsi tersebut bernama main(). Fungsi inilah yang akan dipanggil pertama kali pada saat eksekusi program. Apabila ada fungsi lain yang dibuat, maka fungsi tersebut akan dijankan ketika dipanggil di fungsi utama. Hal ini karena bahasa C/C++ merupakan bahasa procedural yang menerapkan konsep runtutan (program dieksekusi baris-perbaris dari atas ke bawah secara berurutan).
Ada dua bentuk kerangka fungsi utama yang sering digunakan :
  • Bentuk dengan tanpa pengembalian nilai ke system operasi (dengan menuliskan Void sebelum fungsi utama )
Contoh :
void main(void)
{
            Kode program yang akan ditulis;
}
Kata kunci void dalam kurung bersifat opsional, artinya bias dituliskan atau juga tidak.
  • Bentuk dengan pengembalian nilai 0 ke system operasi (dengan menuliskan tipe data sebelum fungsi utama )
Contoh :
int main(void)
{
            Kode program yang akan ditulis;
            return 0;
}
Kata kunci void dalam kurung bersifat opsional, artinya bias dituliskan atau juga tidak.
Fungsi return 0 pada konsep di atas adalah fungsi main() ini dapat mengembalikan nilai 0 ke system operasi yang menandakan bahwa program tersebut berjalan dengan baik tanpa adanya kesalahan.

4      Mengenal File Header ( *.h )Program dalam Bahasa C / C++
File header adalah file dengan eksetensi h ( *.h ) yaitu file bantuan yang digunakan untuk menyimpan daftar-daftar fungsi yang akan digunakan di dalam program.
File header di dalam C/C++ misalnya adalah <stdio.h> atau <iostream.h> untuk proses masukan dan keluaran (input/output). Tidak hanya dua file header tersebut karena masih banyak file header yang disediakan oleh C/C++ untuk menangani kerword-keyword yang lain.
Di bawah ini akan digambarkan bagaimana cara penulisan file header dengan mengacu pada konsep kerangka yang sudah dijelaskan di atas :
Contoh 1 : Penggunaan input/output dengan bahasa C
#include <stdio.h>
int main()
{
printf(“Selamat Belajar Algortima dan Pemrograman \n”);
return 0;
}

Contoh 2 : Penggunaan input/output dengan bahasa C
#include <stdio.h>
void main()
{
printf(“Selamat Belajar Algortima dan Pemrograman \n”);
}

Contoh 3 : Penggunaan input/output dengan bahasa C++
#include <iostream.h>
int main()
{
cout<<“Selamat Belajar Algortima dan Pemrograman \n”;
return 0;
}

Contoh 4 : Penggunaan input/output dengan bahasa C++
#include <iostream.h>
void main()
{
cout<<“Selamat Belajar Algortima dan Pemrograman \n”;
}

5      Mengenal Fungsi printf() dan scanf() dalam Bahasa C
Dalam pembuatan sebuah program computer, kita tidak akan lepas dari proses masukan (input) dan keluaran (output). Dalam bahasa C perintah tersebut dikenal dengan penulisan scanf() sebagai inputan dan printf() sebagai keluaran. Untuk file header yang diperlukan adalah stdio.h.

Contoh 1 : Memasukkan sebuah nilai bertipe integer
#include <stdio.h>
int main()
{
               int x;
printf(“Masukkan sebuah nilai bilangan bulat = ”);
scanf(“%d”, &x);
printf(“Nilai yang anda masukkan adalah = %d”, x );
return 0;
}
Adak kode program yang di dalamnya terdapat tanda %d, maksudnya adalah masukan tersebut membaca nilai bertipe int (format bilangan bulat) dari keyboard dan menyimpan nilai tersebut ke dalam alamat di dalam memori yang ditempati oleh variable x.
Ada beberapa format yang lain untuk menentukan format yang dapat dipakai pada scanf().
Karakter
Tipe Argumen
Keterangan
%d,  %i
int
Untuk membaca tipe bilangan bulat dalam bentuk decimal (basis  10)
%o
int
Untuk membaca tipe bilangan bulat dalam bentuk octal (basis 8) tanpa diawali angka 0
%u
int
Untuk membaca bilangan bulat tanda tanda (unsigned)
%c
char
Untuk membaca karakter
%s
char*
Untuk membaca string (kumpulan karakter)
%f
float
Untuk membaca bilangan real dengan tipe float
%lf
float
Untuk membaca bilangan real dengan tipe double
%ld
float
Untuk membaca bilangan real dengan tipe long int.
%e
double
Untuk membaca bilangan real dengan bentuk eksponen
Ada beberapa format yang lain untuk menentukan format yang dapat dipakai pada printf().
Karakter
Tipe Argumen
Keterangan
%d,  %i
int
Untuk menampilkan tipe bilangan bulat dalam bentuk decimal (basis  10)
%o
int
Untuk menampilkan tipe bilangan bulat dalam bentuk octal (basis 8) tanpa diawali angka 0
%x, %X
int
Untuk menampilkan tipe bilangan bulat dalam bentuk heksadesimal (basis 16) tanpa diawali dengan tanda 0x atau 0X. Format x digunakan untuk menampilkan hasil dalam huruf kecil dan huruf X untuk menampilkan dalam huruf besar.
%u
int
Untuk menampilkan bilangan bulat tanda tanda (unsigned)
%c
char
Menampilkan karakter
%s
char*
Menampilkan string (kumpulan karakter)
%f
float
Menampilkan bilangan real dengan tipe float
%lf
float
Menampilkan bilangan real dengan tipe double
%ld
float
Menampilkan bilangan real dengan tipe long int.
%e ,  %E
double
Menampilkan bilangan real dengan bentuk eksponen
%g , %G
double
Menampilkan bilangan real dalam bentuk seperti %f, atau %E tergantung dari ekspresinya
%%

Menyatakan symbol %

Ada beberapa tambahan dalam penggunaan bilangan real misalnya :
%.3f       mencetak bilangan real dengan 3 angka di belakang koma
%2.3      mencetak bilangan real dengan 2 angka sebelum koma dan 3 angka sesudah koma.
Selain itu perlu juga diperhatikan sebuah karakter escape yaitu karakter yang ditulis dengan awalan tanda  \  diikuti dengan karakter tertentu yang memiliki sebuah tingkah laku.
Karakter-karakter tersebut seperti pada table di bawah ini :
Karakter
Keterangan
\a
Untuk membangkitkan suara atau speaker (bell)
\b
Karakter backspace, kursor akan kembali ke depan sebanyak satu karakter
\f
Formfeed : untuk meletakkan formfeed
\n
Newline : untuk meletakkan baris baru(ganti baris )
\r
Carriage return : untuk meletakkan kursor di awal baris bersangkutan
\t
Horizontal tab : untuk meletakkan tab horizontal
\v
Vertical tab : untuk meletakkan tab vertical
\\
Memunculkan karakter \
\”
Memunculkan karakter “
\’
Memunculkan karakter ‘
\?
Memunculkan karakter ?

6      Mengenal  cin>> dan cout<<  dalam Bahasa C++
Sama halnya fungsi scanf() dan printf(). Fungsi cin>> dan cout<< juga berfungsi sebagai inputan dan keluaran. Yang berbeda adalah file headernya memakai <iostream.h>.

Contoh 1 : Memasukkan sebuah nilai bertipe integer
#include <iostream.h>
int main()
{
               int x;
cout<< “Masukkan sebuah nilai bilangan bulat = ”;
cin>>x;
cout<<“Nilai yang anda masukkan adalah =”<< x;
return 0;
}

7      Mengenal  fungsi aritmatike dengan header math.h
Di dalam bahasa C juga disediakan fungsi untuk penangan aritmatika. File ini terdapat di dalam header math.h.
Perhatikan table di bawah ini :
Fungsi
Argumen
Keterangan
sqrt()
double
Memberikan nilai balik berupa akar x. Nilai balik bertipe double.
pow(x,y)
double
Memberikan nilai balik berupa xy. Nilai balik bertipe double.
tan(x)
double
Memberikan nilai balik berupa tangent x. Argumen x berupa nilai dalam satuan radian. Nilai balik bertipe double.
sin(x)
double
Memberikan nilai balik berupa sinus x. Argumen x berupa nilai dalam satuan radian. Nilai balik bertipe double.
cos(x)
double
Memberikan nilai balik berupa cosines x. Argumen x berupa nilai dalam satuan radian. Nilai balik bertipe double.
log(x)
double
Memberikan nilai balik berupa loge x. Nilai balik bertipe double.
log10(x)
double
Memberikan nilai balik berupa log10 x. Nilai balik bertipe double.
cabs(x)
int
Memberikan nilai balik berupa nilai absolute x. Nilai balik bertipe int.
fabs(x)
double
Memberikan nilai balik berupa nilai absolute x. Nilai balik bertipe double.

8      Mengenal  Komentar
Komentar adalah sebuah teks yang dimasukkan di dalam kode program, tetapi teks tersebut tidak akan dieksekusi sebagai kode program. Biasanya komentar digunakan untuk memberikan penjelasan terhadap kode-kode program yang kita tuliskan, dapat juga berupa kegunaan program, waktu dibuat dan penulis yang membuat.
Ada beberapa bentuk format dalam komentar.
  • //isi komentar
Komentar ini digunakan pada C++
  • /* isi komentar */
Komentar ini bias digunakan di C / C++

9      Fungsi Manipulasi String
Dalam sebuah kasus tertentu kita membutuhkan aktifitas untuk memanipulasi sebuah string, misalnya ketika kita mau menjumlah string, memotong string, dan sebagainya.
Untuk menggunakan fungsi ini kita membutuhkan file header yang bernama string.h.
Ada beberapa fungsi manipulasi string diantaranya :
  • Menentukan panjang string = strlen(string)
Fungsi ini digunakan untuk menghitung panjang dari sebuah string.
Contoh 1 :
#include <iostream.h>
#include <string.h>
void main()
{
        char *nama = “Belajar Algoritma dan Pemrograman”;
        cout<<strlen(nama);
}

  • Mencari sebuah string = strchr(string, index)
Fungsi ini digunakan untuk memotong sebuah string dimulai dari index.
Contoh 1 :
#include <iostream.h>
#include <string.h>
void main()
{
        char *nama = “Belajar Algoritma dan Pemrograman”;
        cout<<strchr(nama,’A’);
}

  • Mencari sebuah string = strstr(string, index)
Fungsi ini digunakan untuk memotong sebuah string dimulai dari index. Dengan ketentuan bahwa index yang dicari harus tepat, jika tidak maka hasilnya kosong / null.
Contoh 1 :
#include <iostream.h>
#include <string.h>
void main()
{
        char *nama = “Belajar Algoritma dan Pemrograman”;
        cout<<strstr(nama,”ajar”);
}

  • Membuat String menjadi huruf KAPITAL = strupr (string)
Fungsi ini digunakan membuat string menjadi huruf KAPITAL.
Contoh 1 :
#include <iostream.h>
#include <string.h>
void main()
{
        char *nama = “Belajar Algoritma dan Pemrograman”;
        cout<<strupr(nama);
}

  • Membuat String menjadi huruf kecil = strlwr (string)
Fungsi ini digunakan membuat string menjadi huruf kecil.
Contoh 1 :
#include <iostream.h>
#include <string.h>
void main()
{
        char *nama = “Belajar Algoritma dan Pemrograman”;
        cout<<strlwr(nama);

artikel tentang delphi dan contoh program yg di buat dengan delphi

Pemahaman tentang delphi
Delphi adalah Suatu bahasa pemrograman yang menggunakan visualisasi sama seperti bahasa pemrograman Visual Basic ( VB ) . Namun Delphi menggunakan bahasa yang hampir sama dengan pascal (sering disebut objeck pascal ) . Sehingga lebih mudah untuk digunakan . Bahasa pemrograman Delphi dikembangkan oleh CodeGear sebagai divisi pengembangan perangkat lunak milik embarcadero . Divisi tersebut awalnya milik borland , sehingga bahasa ini memiliki versi Borland Delphi .

     Delphi juga menggunakan konsep yang berorientasi objek ( OOP ) , maksudnya pemrograman dengan membantu sebuah aplikasi yang mendekati keadaan dunia yang sesungguhnya . Hal itu bisa dilakukan dengan cara mendesign objek untuk menyelesaikan masalah . OOP ini memiliki beberapa unsur yaitu ; Encapsulation ( pemodelan ) , Inheritance ( Penurunan ) , Polymorphism ( Polimorfisme ) .

     Awalnya bahasa pemrograman delphi hanya dapat digunakan di Microsoft Windows, namun saat ini telah dikembangkan sehingga dapat digunakan juga di Linux dan di Microsoft .NET . Dengan menggunakan free pascal yang merupakan proyek OpenSource, bahasa pemrograman ini dapat membuat program di sistem operasi Mac OS X dan Windows CE .

     Umumnya delphi hanya digunakan untuk pengembangan aplikasi dekstop, enterprise berbasis database dan program - program kecil . Namun karena pengembangan delphi yang semakin pesat dan bersifat general purpose bahasa pemrograman ini mampu digunakan untuk berbagai jenis pengembangan software . Dan Delphi juga disebut sebagai pelopor perkembangan RadTool ( Rapid Apllication Development ) tahun 1995 . Sehinnga banyak orang yang mulai mengenal dan menyukai bahasa pemrograman yang bersifat VCL ( Visual Component Library ) ini .

CONTOH PROGRAM YG DI BUAT DENGAN DELPHI

MEMBUAT PROGRAM TEGANGAN KRITIS PADA TAHANAN (RESISTOR) DENGAN DELPHI 7
PENGULANGAN PROSES
Perulangan (loop) memungkinkan Anda mengeksekusi urutan pernyataan secara berulang. Menggunakan sebuah pengontrol  kondisi atau variabel untuk menentukan kapan eksekusi dihentikan. Objek Pascal memiliki tiga jenis pengontrol perulangan statemen REPEAT, statemen WHILE, dan statemen FOR.
Anda dapat menggunakan prosedur standar Break dan Continue untuk mengontrol alur pernyataan Repeat, While, atau For. Dengan Continue memulai pengeksekusian iterasi selanjutnya dari sebuah urutan kode.
 PERULANGAN DENGAN REPEAT
Statemen REPEAT… UNTIL dipakai untuk mengulang proses sampai suatu kondisi tertentu tercapai . Jika kondisi tersebut telah dipenuhi , maka perulangan dihentikan. Sintaksnya sebagai berikut:
 REPEAT  statemen_];….; statemen_n; UNTIL. Ekpresi
 Di mana ekspresi menghasilkan nilai bertipe Boolean. Ekspresi dapat berupa pernyataan perbandingan pernyataan lainnya ( tanda titik koma sebelum UNTIL bersifat optional).
 Statemen Repeat mengerjakan baris-baris kode yang dilingkupinya secara terus-menerus. Mengetes ekpresi setiap kali selesai satu iterasi. Ketika ekpresi bernilai True, statemen Repeat berhenti. Baris kode di dalam statemen Repeat …. Until selalu dieksekusi minimal satu kali karena ekpresi belum dievalusasi hingga iterasi pertama selesai
Contoh berikut menggunakan statemen Repeat:
 K := I mod J;
I := J;
J := K;
Until J = 0;
 Repeat
            Write(‘Enter a value (0..9):’);
            Readln(I);
       Until (I >=0) and (I <=9);
Contoh : Aplikasi Tegangangan Kritis
 Gambar berikut ini memperlihatkan aplikasi yang dipakai utnuk menentukan tegangan kritis pada suatu tahanan listrik (resistor). Misalkan jenis resistor tertentu dengan besar tahanan yang berbeda-beda tetapi tidak boleh dialiri arus lebih dari nilai arus tertentu. Kita ingin mengetahui berapa besar tegangan (format data integer). Yang meyebabkan arus yang mengalir melebihi arus tersebut.
 
                                                                      Gambar 1. Tampilan program sedang proses
 Ikuti langkah berikut untuk membuat aplikasi di atas:
1.    Bukalah projek baru dengan sebuah form. Kemudian tempatkan pada form tiga buah komponen  Label, tiga buah Edit, sebuah Button, dan sebuah ListBox. Selajutnya atur tata letak kompone_komponen tersebut
 
                                                         Gambar 2. Penempatan Komponen form Tegangan Kritis
2.  Ubah beberapa Properti form dan komponen menurut table berikut:
Komponen    Property    Setting
Form    Caption    Tegangan Kritis
    Name    frmTegKritis
Label1    Caption    Besar Tahanan
Label2    Caption    Arus Terbesar yg diperbolehkan
Label3    Caption    Tegangan Kritis

Edit1    Text    (kosongkan)
    Name    edTahanan
    Text    (kosongkan)
    Name    edArusMaks
Edit 3    Text    (kosongkan)
    Name    edTeganganKritis
Button1    Caption    &Proses
    Name    btProses
ListBox1    Name    lsbTeganganArus

                       Tabel 1. Setting property komponen dan form Tegangan Kritis
  3. Lengkapi kode program untuk event OnClick tombol btProses sehingga menjadi sebagai berikut:
 unit FTegangan;
 interface
 uses
  Windows, Messages, SysUtils, Variants, Classes, Graphics, Controls, Forms,
  Dialogs, StdCtrls;
 type
  TfrmKritis = class(TForm)
    Label1: TLabel;
    Label2: TLabel;
    edTahanan: TEdit;
    edArusMaks: TEdit;
    btnProses: TButton;
    edTeganganArus: TEdit;
    Label3: TLabel;
    lsbTeganganArus: TListBox;
    procedure btnProsesClick(Sender: TObject);
  private
    { Private declarations }
  public
    { Public declarations }
  end;
 var
  frmKritis: TfrmKritis;
 implementation
 {$R *.dfm}
 procedure TfrmKritis.btnProsesClick(Sender: TObject);
var
V: Integer;
I,Imaks,R : Real;
begin
lsbTeganganArus.Items.Clear;
R:=StrToFloat(edTahanan.Text);
Imaks:=StrToFloat(edArusMaks.Text);
V:=0;
Repeat
V:=V+1;
I:=V/R;
lsbTeganganArus.Items.Add(‘V=’+IntToStr(V)+’–>I=’+FloatToStr(I));
Until I>Imaks;
edTeganganArus.Text:=IntToStr(V);
 end;
 end.
 Pada prosedur di atas, perulangan dengan Repaeat dipakai untuk menambah V, menghitung nilai I=V/R, dan menampilkan besar V pada Listbox. Perulangan dihentikan jika arus I telah melebihai nilai arus maksimu Imaks.
4. Simpan projek dengan nama Tegangan.dpr dan UnitnyaFtengangan.pas